7 Fraksi DPRD Berau Setuju Perubahan APBD 2026, Minta Pemkab Genjot PAD dan Prioritaskan Pembangunan
POSKOTAKALTIMNEWS, BERAU : Tujuh Fraksi di DPRD Kabupaten Berau menyetujui Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026 untuk ditetapkan menjadi Peraturan Daerah (Perda). Persetujuan tersebut disampaikan dalam Rapat Paripurna DPRD Berau, Rabu (30/9/2026).
Namun, persetujuan
itu bukan berarti tanpa catatan, di tengah keterbatasan ruang fiskal daerah, DPRD
meminta Pemerintah Kabupaten Berau lebih berhati-hati dalam mengelola anggaran,
memperkuat sumber pendapatan daerah, dan memastikan belanja benar-benar
diarahkan untuk kebutuhan masyarakat.
Sejumlah catatan
tersebut disampaikan melalui pandangan akhir masing-masing fraksi sebelum
Raperda Perubahan APBD 2026 disetujui.
Fraksi NasDem menjadi
salah satu fraksi yang menyoroti kondisi fiskal Berau. Perwakilan Fraksi
NasDem, Sujarwo, menyampaikan bahwa kondisi keuangan daerah pada 2026 tidak
dapat dilepaskan dari dinamika Transfer ke Daerah (TKD), khususnya Dana Bagi
Hasil (DBH).
Selain itu Pemerintah
Pusat (Pempus) juga masih memiliki kewajiban kurang bayar DBH kepada
Pemerintah Kabupaten Berau.
“Kondisi tersebut
dinilai turut mempersempit ruang fiskal daerah dalam membiayai pembangunan. Ini
perlu dipahami masyarakat Berau mengenai situasi dan kondisi anggaran perubahan
2026 yang mengalami defisit. Ada minus antara pendapatan dan belanja, meskipun
pada akhirnya ditutup melalui pembiayaan dari SiLPA anggaran Pemda,” ujar
Sujarwo.
Sujarwo menambahkan
dalam Perubahan APBD 2026, pendapatan daerah meningkat dari sekitar Rp2,724
triliun menjadi Rp3,674 triliun. Namun, belanja daerah juga naik dari sekitar
Rp3,412 triliun menjadi Rp3,946 triliun.
Untuk itu Dewan mengingatkan Pemkab Berau agar pembangunan tetap berjalan dengan
mengedepankan skala prioritas.
“Program yang
penting, mendesak, dan memberikan dampak bagi masyarakat diminta tetap menjadi
perhatian meskipun ruang fiskal daerah terbatas. Pembangunan tetap harus
berjalan dalam skala prioritas Atas dasar pertimbangan tersebut, Fraksi NasDem
menyatakan menerima dan menyetujui Raperda Perubahan APBD Berau 2026,” tegasnya.
Sementara itu, Fraksi
Partai Golkar memberikan perhatian terhadap kemampuan pemerintah daerah dalam
meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Perwakilan Fraksi
Golkar, Ratna, meminta Pemkab Berau terus melakukan inovasi untuk menggali dan
mengoptimalkan sumber-sumber pendapatan daerah.
“Peningkatan PAD
dinilai penting untuk memperkuat kemampuan fiskal daerah di tengah berbagai
tekanan terhadap transfer dari Pemerintah Pusat (Pempus),” terangnya.
Ratna juga mengingatkan efektivitas dan efisiensi belanja daerah.
Penambahan maupun penyesuaian anggaran dalam Perubahan APBD 2026 diminta lebih
diarahkan pada belanja modal dan pembangunan infrastruktur dasar yang
manfaatnya dapat dirasakan masyarakat.
”Anggaran yang telah
disetujui harus segera diterjemahkan dalam program nyata, termasuk waktu
pelaksanaan anggaran juga,” katanya.
Perubahan APBD 2026
disepakati pada akhir September. Dengan demikian, waktu yang tersedia bagi OPD
untuk melaksanakan program relatif terbatas. Ratna meminta seluruh OPD segera
menjalankan program yang telah mendapatkan alokasi anggaran.
Hal itu penting agar
pelaksanaan kegiatan maupun penyerapan anggaran tidak menumpuk menjelang tutup
tahun.
“Jangan sampai
terjadi penumpukan pelaksanaan maupun penyerapan anggaran pada akhir tahun,”
kata Ratna.
DPRD berharap
percepatan pelaksanaan anggaran tetap dilakukan dengan memperhatikan ketentuan,
perencanaan, serta prinsip efisiensi dan efektivitas. Persetujuan Perubahan
APBD 2026 juga disampaikan Fraksi PKS, PPP, dan Gerindra.
Fraksi PDIP
memberikan dukungan terhadap pembangunan daerah yang dinilai mampu memberikan
dampak nyata bagi masyarakat Berau. Sementara Fraksi Hanura menyoroti
keterbatasan anggaran yang dihadapi pemerintah daerah.
Dalam kondisi tersebut, Pemkab Berau diminta lebih selektif dan cermat dalam menentukan alokasi anggaran agar setiap rupiah yang dibelanjakan memberikan manfaat optimal bagi masyarakat.
Hanura juga mendorong
penguatan sinergi dan kolaborasi seluruh pihak, mulai dari proses perencanaan,
pelaksanaan hingga evaluasi pembangunan. Dengan disampaikannya pandangan akhir
seluruh fraksi, DPRD Berau menyetujui Raperda Perubahan APBD 2026 untuk ditetapkan
menjadi Perda. Persetujuan tersebut sekaligus mengakhiri pembahasan perubahan
APBD di tingkat DPRD. (sep/FN)